Selasa, 03 Februari 2009

Sengketa Tanah Kassi'-Kassi'

hari ini ada aksi lagi untuk masyarakat kassi'-kassi' yang mungkin saja akan kehilangan tanahnya.awalnya sy juga buta tentang masalah ini.tp ada tmn yg mengajak sy ikut aksi n liat2 lokasinya.ternyata memang cukup memprihatinkan.

ini juga ada posting dari teman UKPM UNHAS yg sy copy dr blog mereka. ini dia :


Pada tanggal 11 September 2007, akhirnya hakim Pengadilan Negeri memutuskan bahwa sebidang tanah di Kelurahan Kassi-kassi yang digugat oleh pengusaha Rizal Tandiawan, dimenangkan oleh warga Kassi-kassi. Rizal Tandiawan melalui kuasa hukumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Masalahnya, pengajuan banding yang diterima Pengadilan Tinggi telah melewati batas waktu yang ditentukan, yaitu 14 hari setelah pembacaan putusan. Akibatnya, warga Kassi-kassi harus terancam kembali kehilangan tanah yang seharusnya sudah menjadi milik mereka. Sekali lagi, indikasi praktek mafia peradilan mulai terlihat dalam proses penegakan hukum di Indonesia.

Sejarah Tanah Adat

Tanah seluas 8.400 m2 yang menjadi sengketa bertempat di RT. 5 RW 10 Kecamatan Rappocini, Kelurahan Kassi-kassi, merupakan tanah adat dari kerajaan Gowa, berdasarkan Surat Rincik Tanah, Persil No. 48 CII, Kohir No. 9 Cl. Kemudian berdasarkan Mahkamah Syariat di Makassar maka ditetapkan tertanggal 3 Mei 1979, Andi Muda Dg. Serang bersama saudara dan sepupunya sebagai yang berhak atas tanah tersebut. Kemudian tahun 1996, A. Muda Dg. Serang memberikan kuasa kepada dua orang untuk menjual lahan tersebut, yakni Petta Indar dan Zaenab Dg. Tarring. Berdasarkan surat kuasa penjualan, mereka menjual tanah kepada warga yang sekarang menguasai tanah secara cicilan berdasarkan surat perjanjian cicilan tanah. Dan terhadap warga yang sudah melunasi pembayaran, akan diperkuat bukti kepemilikannya dengan Akta Notaris/PPAT antara ahli waris A. Muda Dg. Serang kepada warga.

”Awalnya yang memiliki tanah ini adalah Bunta Karaeng Madalle, lalu diwariskan kepada Andi Muda Dg. Serang. Melalui makelar Andi Muda Dg. Serang yang bernama Petta Indar dan Zaenab Dg. Taring, kami membeli dengan cara menyicil tanah ini mulai tahun 1997 hingga 2000. Kondisi tanah pada waktu itu terendam air setinggi leher. Kemudian warga secara swadaya menimbun air dengan tanah hingga dapat ditempati,” tutur Daeng Mussu, salah seorang warga Kassi-kassi yang berada di garis depan dalam memperjuangkan tanah warga Kassi-kassi. Tanah tersebut dihuni sekitar 63 KK (Kepala Keluarga) atau 500 warga. Sebahagian besar dari mereka bekerja sebagai buruh bangunan, tukang becak, sopir angkutan umum, dan sebagainya.

Selain dari lokasi tanah yang sekarang dimiliki dan dikuasai warga, tiba-tiba tahun 1998 Rizal Tandiawan, pemilik saham PT. Sinar Galesong Pratama, mengklaim tanah warga Kassi-kassi sebelah selatan tanah warga sebagai miliknya. Orang-orang Rizal membangun pondasi tahun 1998 lalu tahun 2003 mereka membangun tembok sebagai batas tanah. ”Sebenarnya dasar klaim tanah Rizal Tandiawan adalah tanah Khaerani Sula Lipu seluas 12.367 m2. Sertifikat tanah Khaerani Sula Lipu dijaminkan di Bank Bumi Daya, lalu dimenangkan oleh Rizal Tandiawan. Kalau tanah yang itu, benar adalah miliknya. Tapi masalahnya, ia berusaha memperlebar klaim lokasi hingga ke sebelah utara, tepatnya tanah warga kassi-kassi yang sekarang,” tambah lelaki paruh baya itu.

Pertahanan panjang menuju kemenangan awal

Anehnya tahun 2006, pihak Rizal Tandiawan mengaku sebagai pemilik tanah warga yang luasnya 8.400m2. Dasar klaimnya adalah dari transaksi jual beli antara Ahli Waris Bunta Karaeng Madalle berdasarkan SHM No. 21096/Kassi-kassi Surat Ukur No. 01364/2006, tanggal 05 Juli 2006. Sementara menurut warga, pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) tidak pernah mengukur tanah di lokasi tersebut sejak warga berada disana.

Kemudian pihak Rizal Tandiawan melapor pada kepolisian Makassar Timur. Beberapa polisi kemudian memanggil sejumlah warga ke kantor Polresta Makassar Timur untuk dimintai keterangan. Salah satunya adalah Daeng Musu. ”Saya sempat diinterogasi oleh polisi mengapa membeli tanah tersebut, kepada siapa membeli dan bagaimana kondisinya saat membeli,” jelasnya. Tiga hari setelah diperiksa, polisi memberi Dg. Musu surat panggilan untuk ahli waris (anak dan kemenakan Andi Muda Dg. Serang). Beberapa anaknya, seperti Dg. Ngemba, Dg. Tutu, Haji Bau, dan Dg. Makka yang datang ke polresta langsung ditahan tanpa melalui prosedur pemeriksaan terlebih dahulu. Ia menambahkan bahwa mereka yang ditahan bisa keluar, dengan syarat bertanda tangan diatas kertas kosong. Ternyata tanda tangan tersebut digunakan oleh kuasa hukum Rizal Tandiawan sebagai surat pernyataan bahwa mereka telah keliru menjual tanah.

Beberapa kali diperiksa oleh kepolisian membuat warga memutuskan untuk meminta bantuan hukum kepada lembaga yang pakar dalam kasus ini. ”Pertama-tama kami ke LSM LAPAR di Toddopuli 10. Pada waktu itu, Pak Iqbal, pengacara LAPAR mempertemukan warga dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Sejak saat itu YLBHI menjadi kuasa hukum warga,” kenang pria yang mengaku berprofesi buruh bangunan ini.

Selain itu, pihak Rizal Tandiawan pernah mengintimidasi warga agar menjual tanah warga dengan harga 2-5 juta per kapling dengan luas tanah yang bervariasi. Alhasil, 26 KK menjual tanah ke Rizal Tandiawan. Warga yang menjual tanah dinilai telah mengkhianati Andi Muda Dg. Serang karena sebahagian dari mereka yang menjual justru belum melunasi cicilan ke Andi Muda Dg. Serang.

Menanggapi hal ini, Wawan menjelaskan, ”yang terjadi kemarin bukan proses jual beli tanah tapi bentuk intimidasi. Kalau sesuai hukum formil, harus melalui akta jual beli di PTAT. Akan tetapi, masyarakat yang buta hukum akan memilih cara penjualan yang lebih mudah. Melalui PTAT, prosesnya agak lama dan mahal. Sebenarnya yang terjadi, sudah tidak ada kebebasan warga dalam menjual tanahnya sebab pihak Rizal telah melapor ke Polresta Makassar Timur. Jadi warga menandatangani bukti penjualan tanah di bawah teror,” jelasnya.

Menurut warga, awalnya niat kedatangan polisi hendak melakukan proses mediasi. Akan tetapi kenyatannya polisi justru menangkap dan memenjarakan pewaris tanah yang menghalang-halangi proses penjualan tersebut. Orang-orang yang bertanda tangan sebenarnya dalam keadaan merdeka, tapi nyatanya mereka di bawah tekanan polisi. Jadi, waktu itu sama sekali bukan bentuk transaksi, tapi penekanan dan pembodohan.

Warga Kassi-kassi, ahli waris dan YLBHI pun berjuang bersama memenangkan kasus ini. Sebelum kasus ini mulai dibuka di Pengadilan Negeri, warga Kassi-kassi berupaya meminta perlindungan ke komisi A DPRD Makassar. ”Kami tidak direspon sama sekali, malah mereka menyuruh warga meminta bantuan Asisten I Pemkot sebagai mediator negosiasi dengan kuasa hukum Rizal Tandiawan. Akan tetapi proses negosiasi sepertinya berat sebelah, karena menganjurkan warga agar menerima ganti rugi dengan sejumlah uang. Tapi saya katakan bahwa saya tidak akan menerima ganti rugi tetapi saya katakan saya hanya menerima ganti untung,” lanjut Dg. Musu yang bertindak sebagai perwakilan negosiasi warga. Pemerintah mengalkulasi semua biaya yang pernah dikeluarkan warga sejak penimbunan, pondasi, hingga biaya membangun rumah, akan tetapi kuasa hukum Rizal Tandiawan tidak setuju. Dan negosiasi pun batal.

Kegagalan mediasi pemerintahan direspon pihak kuasa hukum Rizal secara emosional, usaha sabotase pun dilakukan. Salah satunya dengan mematok dan membangun pondasi di tanah sengketa. ”Namun saya segera mencabut patok tersebut ketika orang-orang suruhan Rizal telah pergi. Pencabutan patok menyebabkan empat orang warga dipanggil oleh Polresta Makassar Timur. Diantaranya adalah Dahlan, Majid, Dg. Natsir, dan Hamzah, yang sesungguhnya tidak terlibat sama sekali dalam pencabutan patok. Namun dengan bantuan YLBHI, akhirnya Dg. Musu dan empat warga lainnya dapat dilepaskan pihak kepolisian. Seminggu setelahnya pada tahun 2006, kuasa hukum Rizal Tandiawan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Negeri untuk mendapatkan tanah tersebut.

Sumber masalah dari kasus sengketa tanah yang sering terjadi di Makassar terletak pada alat pembuktiannya. Dalam prakteknya, masyarakat kita lebih senang memakai hukum adat, dan tanah adat sangat jarang bukti kepemilikannya. Warga yang menguasai tanah hanya dapat membuktikan lewat penguasaan fisik. Kepemilikan tanah di daerah pedesaan akan lebih mudah dibuktikan dibanding di perkotaan. Daerah perkotaan memiliki banyak pendatang yang mengaburkan sejarah kepemilikan tanah.

Pakar hukum perdata Universitas Hasanuddin, Farida P. Mengemukakan, ”Seorang yang mempunyai tanah harus melakukan pembuktian formil (pembuktian tertulis) untuk mendapatkan kepemilikannya secara sah.” Menurutnya, ada tiga jenis alas hak (dasar hak) Pertama, bukti tertulis seperti sertifikat, rinci, dan akta jual beli, kedua, adalah penguasaan fisik. Persyaratannya minimal 20 tahun dikuasai dan tidak pernah terputus, tidak dipermasalahkan masyarakat sekitar dan ada pengakuan dari masyarakat sekitar bahwa tanah itu juga miliknya, kemudian ada itikad baik dari pemilik tanah. Itikad baik yang dimaksud adalah tanah yang diperoleh bukan hasil dari manipulasi. Misalnya tanah titipan yang dimaksudkan untuk digarap, namun setelah sekian lama diklaim sebagai milik penggarap. Dan ketiga, pernyataan dari yang bersangkutan mengenai sejarah kepemilikan tanah.

Dalam kasus Kassi-kassi ini, warga memegang Surat Rinci dan Rizal Tandiawan sebagai pemegang sertifikat tanah. Bila ditinjau dari segi kekuatan hukum, legalitas sertifikat lebih kuat dibanding dengan kekuatan Surat Rinci sebagai bukti kepemilikan. ”Sertifikat adalah jenis pembuktian formil. Pendaftaran tanah di Indonesia lewat sistem negatif, maka pejabat tanah hanya menerima bukti formal dari yang bersangkutan. Selanjutnya pejabat pertanahan akan memproses dan menelusuri lokasinya. Sedangkan rinci adalah bukti hukum adat yang dipakai sebelum tahun 1960. Dalam prakteknya, jenis pembuktian ini menggambarkan bahwa pemilik telah memiliki hak, hanya tinggal diberikan penegasan hak oleh badan pertanahan”, jelasnya. ”Namun dalam beberapa kasus, warga yang memegang rinci justru memenangkan tanah. Hal ini biasanya terjadi karena bukti lain yang diajukan pihak lain dibuat melalui proses yang tidak benar”, tutur Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Unhas ini.

Setelah dilakukan beberapa pemeriksaan formil, Pengadilan Negeri menjanjikan bahwa putusan akan keluar tanggal 16 Agustus 2007. Tetapi ditunda dengan alasan bahwa akan dilakukan Pemeriksaan Lokasi. Dan Ketua Pengadilan Negeri pun datang bersama panitera¹ datang langsung meninjau situasi tanah. Disitulah warga dijanjikan untuk kedua kalinya bahwa putusan akan keluar tanggal 11 September 2007.

Berkat bantuan YLBHI bersama sejumlah warga yang tersisa, proses hukum di Pengadilan Negeri pun dimulai. Dan perjuangan panjang Dg. Musu beserta warga lainnya ternyata tidak sia-sia. Tanggal 11 September 2007 Majelis Hakim Pengadilan Negeri melalui pembacaan putusan Pengadilan Negeri 13/pdt.G/2007/PN.Mks memutuskan tanah tersebut tetap milik warga Kassi-kassi.

Kesalahan Prosedural Pengadilan

Namun kebahagiaan warga tidak berlangsung lama, Rizal Tandiawan ternyata mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Sesungguhnya kekhawatiran warga bukanlah pada ajuan banding Rizal Tandiawan. Warga yakin sepenuhnya bahwa kemenangan akan selalu berpihak pada kebenaran. Salah satu kuasa hukum warga, Wawan (YLBHI), mengatakan bahwa secara prosedur hukum setiap orang dapat mengajukan upaya hukum, namun tetap dalam jalur yang ada. Masalahnya yang terjadi, kuasa hukum Rizal Tandiawan mengajukan banding melewati batas waktu yang biasa dipakai dalam undang-undang peradilan yaitu 14 hari setelah pembacaan putusan.

”Berdasarkan ketentuan peradilan, pengajuan banding hanya 14 hari setelah pembacaan putusan. Biasanya, pihak berperkara, baik penggugat ataupun kuasa hukumnya tidak hadir. Oleh sebab itu pihak panitera melalui juru sita bertugas menyampaikan amar putusan majelis hakim.” jelasnya.

Ternyata dalam prakteknya, banyak kekurangan prosedur peradilan muncul disana-sini. Pertama, tidak ada batas waktu dalam Undang-Undang yang mengatur batas penyampaian putusan yang dilakukan panitera. Panitera hanya memakai hitungan kebiasaan, kalau domisili pihak yang tidak hadir masih sekota, maka batasannya hanya 14 hari. Hitungan ini diambil berdasarkan buku pedoman teknis peradilan, bukan Undang-Undang Peradilan. Disinilah celah panitera untuk lolos dalam proses hukum. Kedua, tidak ada bukti/catatan yang menuliskan tanggal keluar penyampaian surat pemberitahuan dari juru sita ke kuasa hukum RT, jadi pihak tergugat terutama pihak pengadilan tidak tahu kapan juru sita sudah memberitahukan putusan pada kuasa hukum pihak yang kalah.

Mengenai ketidakjelasan prosedural peradilan, lelaki yang mengaku buta hukum ini punya kritik tersendiri, ”kalau memang tidak ada UU yang mengatur tentang batas waktu pengajuan banding, tidak mustahil setelah 10 tahun pun banding tetap bisa dibuka”, kritik Dg. Musu.

Melawan Melalui Kontra Memori Banding

Berdasarkan urutan kejadiannya, juru sita memberitahukan putusan ke kuasa hukum Rizal Tandiawan pada tanggal 25 September 2007 setelah pembacaan putusan. Namun salah satu kuasa hukum Rizal Tandiawan pada saat itu, tidak mau menerima pemberitahuan dengan alasan dia bukan koordinator tim kuasa hukum. Oleh karena itu, pemberitahuan secara sah baru diterima koordinator kuasa hukum Rizal, tanggal 2 November 2007. ”Menjadi tidak logis ketika juru sita baru memberitahukan putusan dua bulan setelah pembacaan putusan tanggal 11 september 2007,” papar Wawan.

Selanjutnya, menurut ketentuan KUH Perdata (Kitab Undang-undang Hukum Perdata), juru sita dapat membuat catatan sebagai bukti sudah telah memberitahu tim kuasa hukum Rizal Tandiawan. Namun ternyata juru sita tidak menulisnya. Ini mengindikasikan memang terjadi kelalaian tugas panitera. Dimana seharusnya panitera dan juru sita mempertanggungjawabkan akibat dari perbuatan mereka.

Langkah selanjutnya, kuasa hukum masyarakat menuntut pemeriksaan panitera dan juru sita sebelum kasus bandingnya dibuka. ”Kalau panitera tidak diproses secara hukum, maka ini mengarah ke praktek mafia peradilan, dan masyarakat akan mempertahankan tanahnya sampai tetes darah penghabisan,” tutur Dg. Musu dengan tegas.

Senada dengan Daeng Musu, kuasa hukum warga akan menuntut ke PT untuk memproses juru sita. Dengan begitu, juru sita akan mengaku bahwa sebelumnya mereka sudah melaporkan kepada kuasa hukum Rizal. Pengadilan Tinggi memiliki kewenangan untuk memeriksa fakta-fakta hukum mengenai kasus ini.

Menurut Wawan, secara teoritis, upaya menjawab memori banding pihak penggugat disebut ’Kontra Memori Banding’. Di dalam kontra memori banding, kuasa hukum warga memohon eksepsi. Dasar eksepsi adalah terjadinya kesalahan prosedural banding. Dimana terjadi pelanggaran batas waktu banding yang ditetapkan oleh panduan teknis peradilan. Sebenarnya jika mengikuti panduan, 14 hari hanya terhitung sampai 25 September 2007. Jadi, pengajuan banding tanggal 12 November 2007 yang melewati batas waktu dianggap tidak sah. Secara hukum, hakim Pengadilan Tinggi bisa menolak pengajuan banding Rizal karena dianggap tidak sah.

Fajlurrahman Jurdi, salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum UH pun angkat bicara, ”Memori banding pihak penggugat secara otomatis akan batal demi hukum dan keputusan Pengadilan Negeri lah yang sah secara hukum.” Ia menambahkan bahwa kuasa hukum warga harus mencari bukti yang menunjukkan letak kesalahan panitera. Kalau ada bukti, panitera bisa dilaporkan sebagai tindak pidana pemalsuan keputusan hakim ke pihak kepolisian. ”Praduga saya, ada kong kalikong antara juru sita dan kuasa hukum penggugat”, tuturnya.

Indikasi Praktek Mafia Peradilan

Dari informasi yang diperoleh CAKA, Ketua Pengadilan Tinggi menjelaskan bahwa ada kode etik dimana dia tidak boleh memberitahukan nama-nama Majelis Hakim yang akan memimpin sidang, termasuk kepada staf panitera. Yang mengetahui hanya Ketua Pengadilan Tinggi seorang. Ini untuk menjaga independensi hakim.

”Ini mungkin itikad baik. Masalahnya Rizal Tandiawan sudah sering berurusan dengan Pengadilan Tinggi. Ada analogi bahwa hakim adalah pelacur dan pengusaha adalah lelaki hidung belang. Jika pelacurnya lagi butuh duit maka dia yang akan menghubungi lelaki hidung belangnya. Hakim yang mengetahui penggugat adalah Rizal Tandiawan, pemilik saham PT Sinar Galesong Pratama, maka bukan mustahil dia yang akan menghubungi pihak Rizal.” ungkap Wawan disela konsolidasi warga Kassi-kassi dengan beberapa organ mahasiswa.

Dg. Musu sempat mengemukakan bahwa jika panitera dan juru sita tidak diproses secara hukum, maka jelas ini mengarah ke praktek mafia peradilan. Namun Fajlurrahman berpendapat lain, ia menjelaskan bahwa yang disebut mafia peradilan adalah ketika proses hukumnya sedang berjalan. ”Persoalannya dalam kasus ini, keputusannya sudah final. Yaitu keputusan Pengadilan Negeri. Sedangkan ajuan banding yang dilakukan Rizal langsung batal demi hukum”, ujar Fajlur singkat.

Secara konsepsional, sebuah kesalahan praktisi hukum dapat disebut praktek mafia peradilan apabila memiliki lima ciri berikut. Yang pertama, faktor uang yang menyebabkan hilangnya independensi hakim. Kedua, adanya interest. Artinya, jika hakimnya mengetahui bahwa kasus yang ditanganinya ”basah”, sehingga hakim memutuskan untuk menikmati. Yang ketiga, adanya intervensi. Intervensi yang dimaksud datang dari berbagai pihak. Misalnya Politikus, atasan langsung, kerabat, maupun kawan-kawan. Keempat, ketidakmampuan sang hakim dalam bidang hukum yang ditanganinya. Dan kelima, ketidak konsistenan hakim dalam doktrin yang digunakan. Dari lima ciri ini praktek mafia peradilan dapat diidentifikasi.

Wawan juga menjelaskan bahwa praktek mafia peradilan belum bisa dibuktikan, meskipun indikasi kesalahan prosedural pengadilan memang ada. Indikatornya, beberapa sidang di Pengadilan Negeri ternyata menyalahi proses hukum acara, misalnya sidang yang dilakukan di ruang hakim bukan di ruang sidang sebagaimana mestinya, serta hakim yang membuka sidang bukan Ketua Majelis hakim. Lalu tidak ada pemeriksaan setempat yang seharusnya dilakukan oleh hakim. Ini semua menjadi indikator bahwa prosedur peradilan memang sangat kacau.

Ian dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), salah satu organ pendamping hukum kasus ini, menjelaskan dari sudut pandang yang lain. Menurutnya kasus sengketa tanah yang banyak terjadi di Makassar dikarenakan kesalahan pemerintah. Peraturan pemerintah tidak mengatur secara jelas tata letak dan tata ruang bagi rakyat miskin. ”Saya ambil contoh Peraturan Pemerintah No.6 Tahun 2006, dalam peraturan ini jelas tidak diatur bagaimana tata letak bagi rakyat miskin, maka jangan heran sering terjadi kasus sengketa tanah di Makassar.” ungkapnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rakyat kecil terlalu sering menjadi korban produk peraturan yang gagal. Walaupun dalam proses pembentukannya banyak pihak yang dilibatkan seperti NGO, namun kenyataannya sangat sedikit perhatian pemerintah dalam tata kelola kota khususnya bagi rakyat kecil.

Mengenai kemungkinan kasus ini akan dibawa ke Komisi Yudisial, Wawan mengemukakan, ”kewenangan Komisi Yudisial hanya memilih calon hakim agung dan melakukan pengawasan, artinya dalam kerangka menjaga wibawa dan martabat hakim. Bandingnya hanya kesalahan juru sita dan panitera, masalah penyampaian putusannya. Panitera melalui juru sita menyampaikan putusan, begitu pun juru sita menyampaikan dua bulan setelah pernyataan banding, jadi bukan kewenangan Komisi Yudisial.” singkatnya.

Tapi apakah benar kelalaian panitera dan juru sita dapat disebut sebagai praktek mafia peradilan. Ataukah mereka hanya korban dari prosedur peradilan yang kacau. Logika hukum yang sederhana sebenarnya dapat menjawab banyak pertanyaan mengenai ketidakjelasan prosedur peradilan. Seharusnya ada undang-undang yang mengatur batas waktu penyampaian putusan pada pihak berperkara yang tidak hadir. Jika tidak ada, maka dapat menjadi celah yang digunakan oleh pelacur hukum untuk berbuat tidak adil. Selain itu, Pengadilan Tinggi harus memiliki sanksi yang jelas terhadap panitera yang lalai dalam kinerja dan tanggung jawabnya. Dengan demikian, dapat mencegah ketidakadilan yang terjadi di kalangan rakyat kecil. (Dhany/aminude)

kami warga Kassi yang berjumlah 60 KK

memang hidup di bawah garis kemiskinan yang tak terperikan

kami memang tak paham hukum

kami memang hanya pekerja kasar dengan gaji harian

yang berprofesi tukang batu, daeng becak maupun supir pete-pete

kami memang tak mampu membiayai anak-anak kami untuk bersekolah tinggi

namun kami telah bersyukur

hidup damai dan tentram di atas rumah gubuk yang kami bangun di atas tanah kami sendiri

tanah yang dulu masih berawa-rawa

yang kami beli dari hasil jerih payah kami

yang bertahun-tahun kami cicil hingga saat ini

dan miskinnya persediaan kami hidup di atas tanah kami

kami telah bahagia dan bersyukur

kami tak pernah merongrong pemerintah untuk memberikan subsidi

atau hal-hal yang terkait dengan hak warga

kami pun tak pernah mengemis

atau mengganggu orang-orang kaya atau pengusaha

(jeritan nurani warga Kassi-kassi)

_Catatan Khusus Bulletin CaKa Edisi I Mei 2008

sumber : blog UKPM UNHAS

Minggu, 25 Januari 2009

IDEOLOGI SOSIALISME

I. Ideologi Sosialisme

Apakah ideologi sosialisme itu? Ideologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni idea (gagasan) dan logos (studi tentang, ilmu pengetahuan tentang). Idelogi artinya sistem gagasan yang mempelajari keyakinan-keyakinan dan hal-hal ideal filosofis, ekonomis, politis dan sosial. Istilah “ideologi” dipergunakan oleh Marx dan Engels mengacu kepada seperangkat keyakinan yang disajikan sebagai obyek. Obyek tersebut tidak lain adalah pencerminan kondisi-kondisi material masyarakat.

Sosialisme sebagai ideologi, telah lama berkembang sejak ratusan tahun yang lalu. Sosialisme sendiri berasal dari bahasa Latin yakni socius (teman). Jadi sosialisme merujuk kepada pengaturan atas dasar prinsip pengendalian modal, produksi dan kekayaan oleh kelompok.
Istilah sosialisme pertama kali dipakai di Prancis pada tahun 1831 dalam sebuah artikel tanpa judul oleh Alexander Vinet. Pada masa ini istilah sosialisme digunakan untuk pembedaan dengan indvidualisme, terutama oleh pengikut-pengikut Saint-Simon, bapak pendiri sosialisme Prancis. Saint-Simon lah yang menganjurkan pembaruan pemerintahan yang bermaksud mengembalikan harmoni pada masyarakat.
Pada akhir abad ke-19, Karl Marx dan Friedrich Engels mencetuskan apa yang disebut sebagai sosialisme ilmiah. Ini untuk membedakan diri dengan sosialisme yang berkembang sebelumnya. Marx dan Engels menyebut sosialisme tersebut dengan sosialisme utopia, artinya sosialisme yang hanya didasari impian belaka tanpa kerangka rasional untuk menjalankan dan mencapai apa yang disebut sosialisme. Oleh karena itu Marx dan Engels mengembangkan beberapa tesis untuk membedakan antara sosialisme dan komunisme. Menurut mereka, sosialisme adalah tahap yang harus dilalui masyarakat untuk mencapai komunisme. Dengan demikian komunisme atau masyarakat tanpa kelas adalah tujuan akhir sejarah. Konsekwensinya, tahap sosialisme adalah tahap kediktatoran rakyat untuk mencapai komunisme, seperti halnya pendapat Lenin yang mengatakan bahwa Uni Sovyet berada dalam tahap sosialisme.
Dalam perkembangannya hingga pertengahan abad ke-20, sosialisme memiliki beberapa cabang gagasan. Secara kasar pembagian tersebut terdiri dari pertama adalah Sosialisme Demokrasi, kedua adalah Marxisme Leninisme, Ketiga adalah anarkisme dan sindikalisme [lihat tabel]. Harus diakui bahwa pembagian ini sangatlah sederhana mengingat begitu banyak varian sosialisme yang tumbuh dan berkembang hingga saat ini. Sebagai contoh Marxisme yang di satu sisi dalam penafsiran Lenin menjadi Komunisme dan berkembang menjadi Stalinisme dan Maoisme. Disisi lain Marxisme berkembang menjadi gerakan Kiri Baru dalam pemahaman para pemikir seperti Herbert Marcuse di era 1970an. Sama halnya dengan anarkisme yang terpecah menjadi beberapa aliran besar seperti anarkisme mutualis dengan bapak pendirinya yakni P J Proudhon dan anarkis kolektivis seperti Mikhail Bakunin. Anarkisme juga memberi angin bagi tumbuhnya gerakan gerakan sindikalis yang menguasai banyak pabrik di Barcelona semasa Perang Saudara Spanyol 1936-1939.
Hingga saat ini, partai-partai Sosial Demokrat masih tetap berdiri seperti halnya di Eropa seperti Jerman, Belanda, Norwegia dan Prancis. Beberapa yang menganut sosialisme juga seperti halnya partai-partai buruh seperti di Inggris dan Itali. Partai-partai Komunis banyak yang membubarkan diri atau bertahan dengan berganti nama dan mencoba untuk tetap hidup dengan ikut pemilu di negara-negara Eropa Timur setelah runtuhnya Uni Sovyet. Beberapa diantaranya bahkan bisa berkuasa kembali seperti di Polandia dan Ceko dengan jalan yang demokratis.
Uraian diatas menimbulkan banyak pertanyaan diantara kita, apakah Marxisme sebagai dasar sosialisme yang mengklaim dirinya ilmiah masih layak dipakai? Bagaimanakah masa depan sosialisme nantinya? Bagaimanakah peran ideologi dalam sebuah perjalanan bangsa?

II. Kegagalan Marxisme
Banyak diantara para pemikir sosialis maupun praktisi gerakan gerakan sosialisme masih mengandalkan Marxisme sebagai dasar pemikiran maupun gerakannya. Ada yang menggunakan Marxisme secara kritis akan tetapi ada juga yang secara dogmatis memujanya habis habisan hingga saat ini. Kecenderungan kecenderungan demikian terjadi tidak hanya di negara-negara Eropa akan tetapi juga di negara-negara dunia ketiga seperti halnya Indonesia. Di Eropa, Marxisme digunakan sebagai alat analisa pemikiran, artinya peran Marxisme lebih berlaku pada perdebatan-perdebatan intelektual filsafat dalam melahirkan berbagai varian varian baru. Sementara di negara-negara dunia ketiga dimana tingkat kegiatan praksis sosialisme lebih berjalan, Marxisme masih menjadi ideologi dasar dan terutama bagi mereka yang baru saja lepas dari kungkungan rezim otoriter militeristik dimana Marxisme masih memukau seperti ‘menemukan air ditengah dahaga ideologi’ dengan teori-teori pembebasannya.
Harus diakui bahwa hampir satu abad Marxisme memberi kontribusi baik maupun buruk yang tak terhingga kepada dunia. Marxisme memberi peringatan kepada kita tentang bahaya kapitalisme industri dan menyadarkan kita tentang pentingnya kebersamaan manusia secara kolektif.
Meski demikian, Marxisme gagal untuk membuktikan teori-teorinya dan gagal pula didalam tingkatan yang lebih kongkret. Bubarnya Uni Sovyet, yang dikatakan masih berada dalam fase sosialis menuju masyarakat komunis adalah kegagalan Marxisme pada tingkatan tersebut. Maka dapat dikatakan bahwa Marxisme gagal baik secara teori maupun prakteknya.
Kegagalan teoritis Marxisme yang pertama adalah tentang teori nilai lebih. Marx menafisrkan kapitalisme dengan teori lebih kerja sebagai suatu sistem eksploitasi kelas buruh oleh kaum kapitalis. Kaum kapitalis menyimpan bagi dirinya sendiri nilai lebih itu yang dihasilkan oleh kaum pekerja. Akumulasi dan konsentrasi kekayaan dalam tangan kelompok kapitalis yang jumlahnya semakin kecil, bersama dengan hukum kemunduran tingkat keuntungan, menuju kepada kehancuran diri sistem eksploitasi tersebut. Pada akhirnya menurut Marx, akan terjadi pengambil alihan oleh kelas buruh. Artinya kelas buruh (proletariat) memegang kendali sarana produksi dan untuk membangun kediktaturan proletariat sebagai tahap awal transisi menuju masyarakat tanpa kelas. Hal ini gagal karena kapitalisme tidaklah menyusut hingga masa sekarang. Kapitalisme sendiri bisa menyesuaikan perkembangan dengan memberi tuntutan tuntutan buruhnya di bawah standar. Hal ini terlihat seperti di Indonesia, kaum pekerja terjebak dan larut dalam tuntutan tuntutan upah minimum yang memang di rekayasa olah para kapitalis. Kaum buruh pun tidak pernah terjadi untuk mengambil alih kepemilikan kaum kapitalis secara ekonomis mengingat faktor faktor sekunder seperti politik memang tidak pernah diperhitungkan secara jelas dalam Marxisme.
Kegagalan Marxisme yang kedua adalah klaim tentang sosialisme ilmiah itu sendiri. Marx memang menolak sosialisme bentuk lama yang dikatakan utopis dan mencoba memberi kerangka rasional dalam gagasannya. Akan tetapi Marxisme juga tenggelam dalam mimpi utopiannya sendiri tentang masyarakat tanpa kelas. Mengapa? Sebab penentuan cita-cita akhir, bagaimanapun hakekatnya bertentangan langsung dengan prinsip dialektis yang didengungkan oleh Marx sendiri.
Kegagalan Marxisme yang ketiga adalah pemahaman yang dilanjutkan oleh Lenin dan Stalin telah berubah menjadi suatu kolektivisme sempit. Produksi barang material tidak lagi diarahkan kepada peningkatan keberadaan personal, melainkan kepada pertumbuhan kekuasaan kolektif tersebut.
Bukti paling kongkret dari kegagalan kegagalan diatas adalah bubarnya negara Uni Sovyet yang selama 70 tahun lebih memakan korban jutaan warganya. Prinsip sosialisme sebagai kebersamaan sangatlah penting, meski demikian kita juga tidak bisa mengingkari hak hak azasi yang paling pribadi sebagai manusia dalam kerangka nilai etis. Fase kediktaturan proletarian yang sama otoriternya dengan fasisme jelas tidak bisa diterima bahkan oleh warganya sekalipun.

III. Kritik Anarkisme
Anarkisme sendiri sering disalahartikan sebagai kekacauan (chaos) yang berdampak penghancuran kepada masyarakat. Hal ini dimaklumi bahwa orang jarang mengenal gagasan-gagasan anarkisme yang dibawa oleh Pierre Joseph Proudhon, Mikhail Bakunin, Piotr Kropotkin dan lainnya. Ini disebabkan anarkisme memang bukan ideologi terstruktur seperti halnya sosialisme atau komunisme. Pada awal abad ke-19 anarkisme tumbuh dan menjadi lawan bagi Marxisme, karena klaim anarkisme yang libertarian berhadapan dengan Marxisme yang otoriterian. Baik anarkisme maupun Marxisme pada masa itu sepakat bahwa sebuah revolusi dibutuhkan untuk menumbangkan pemerintah borjuis. Akan tetapi para pengikut Marx menginginkan Negara digunakan sebagai sarana kediktaturan proletariat dan baru akan dibubarkan bila fase komunisme yakni masyarakat tanpa kelas sudah terwujud. Kaum anarkis justru menginginkan Negara harus dibubarkan sedari awal. Mereka berkeyakinan bahwa pengambil alihan kekuasaan dengan membiarkan Negara berdiri hanya akan melestarikan dan membuat kekuasaan yang jauh lebih sulit untuk ditumbangkan.
Pada tulisan ini, hanya akan dibahas kritik anarkisme terhadap demokrasi, khususnya seperti yang diungkapkan oleh George Woodcock dan Noam Chomsky pada dekade akhir abad 20. Menurut kaum anarkis, demokrasi adalah hal yang terbaik diantara semua yang terburuk. Demokrasi, kalau pun mau digunakan, haruslah dalam bentuk langsung dan partisipatoris. Artinya, demokrasi yang benar benar melibatkan seluruh peran warga masyarakat dalam menjalan fungsinya.
Ada beberapa kritik anarkisme terhadap demokrasi. Pertama, pemilu sebagai sarana demokrasi dianggap melenyapkan hak hak individu. Sebagai contoh, orang akan memilih wakil wakilnya yang tidak dikenal dan belum tentu menjalankan aspirasi si pemilih. Hal ini akan terus berulang dalam setiap pemilu berikutnya dan menjadi suatu kebiasaan yang buruk bagi kesadaran setiap orang. Oleh karena itu kaum anarkis menolak bentuk perwakilan (representation) dan menyukai bentuk pendelegasian bagi setiap keputusan atau kepentingan karena dirasa lebih menyeluruh.
Kritik kedua, demokrasi mengandung ancaman berupa kediktaturan mayoritas. Bagi kaum anarkis tidak ada jaminan bagi para pemeluk demokrasi terhadap golongan minoritas atau kelompok kecil. Hal ini seringkali terjadi berupa pengabaian hak hak minoritas suara baik dalam bentuk populasi suku, agama, ras, maupun kebudayaan.
Kritik ketiga, demokrasi mengandung bahaya kongkret yakni diterimanya kembali kelompok-kelompok otoriterian seperti partai komunis untuk mendapat peluang menang secara demokratis dalam pemilu. Hal ini terbukti dalam pemilu di Polandia dan Ceko dimana partai komunis kembali memerintah dengan suara mayoritas. Jika demikian, ancaman yang akan terjadi adalah penumbangan demokrasi itu sendiri oleh kelompok-kelompok otoriterian.


T O P I K

SOSIALISME DEMOKRASI
Ciri-ciri:
Sebuah perubahan dilakukan dengan cara bertahap (gradual)
perubahan dilakukan dengan membentuk partai dan ikut ke dalam parlemen
Negara dibutuhkan untuk menjamin fungsi keadilan
Masyarakat mengontrol Negara
Sistem Politik Parlementarian
Massa terdiri dari kader partai
Demokrasi adalah cara mencapai tujuan sosialisme
Individu diikat tetapi tetap diberi ruang
Tema utama Ekonomi adalah keadilan sosial
Supremasi Hukum
Tujuan Akhir adalah Masyarakat Adil Makmur (welfare society)


MARXISME LENINISME
Ciri-ciri:
Sebuah perubahan dilakukan dengan cara drastis (revolusioner)
Perubahan dilakukan dengan membentuk partai dan kediktaturan
Negara diterima sebagai fase sosialis dan dibubarkan dalam fase komunis
Negara mengontrol Masyarakat
Sistem Politik Otoriterianisme
Massa dibentuk oleh kader partai yang bertindak sebagai pelopor
Demokrasi sebagai salah satu jalan revolusi sosialis menuju komunisme
Individu lebur kedalam kolektif
Tema utama Ekonomi adalah ekonomi terpimpin
Otoriter
Tujuan Akhir adalah Masyarakat Tanpa Kelas

ANARKISME & SINDIKALISME
Sebuah perubahan dilakukan dengan cara drastis (revolusioner)
Perubahan dilakukan dengan menolak partai dan Negara
Negara ditolak dan tidak diperlukan
Masyarakat mengontrol dirinya sendiri
Sistem Politik Libertarianisme
Massa adalah anonim dan bergerak atas inisiatif spontan
Demokrasi ditolak sebagai wujud mayoritas otoriter
Individu punya titik ekstrim tersendiri
Tema utama Ekonomi adalah ekonomi secara praksis dan anti politik
Anti Hukum
Tujuan Akhir adalah Masyarakat Tanpa Negara

Rabu, 31 Desember 2008

Untuk Palestina, Untuk Perdamaian Dunia......

27 Desember 2008, serangan udara terjadi di jalur Gaza. Serangan ini menewaskan lebih dari 300 orang dan tidak kurang dari 1400 orang mengalami luka2. menyedihkan sekali...

lalu dimana amerika?
tidak ada.seluruh dunia menutup mata terhadap kejadian ini. tidak ada yang berani bersuara.

dimana rasa kemanusiaan mereka?

berikut foto2 yang sempat tertangkap pada saat penyerangan israel.










betapa enaknya menjadi israel. semua perbuatannya bebas kecaman. semua takut padanya. apa sih kehebatan mereka?

kenapa tidak ada yang berani menegur mreka???

apa karena dibekingi amerika???

jangan takut pada amerika.ayo kita sm2 maju membela yang lemah....

jangan takut...

mari semua kita berjuang....

Untuk Palestina, Untuk Kemanusiaan, Untuk Perdamaian Dunia.....

Selasa, 02 Desember 2008

Warning !!! AIDS Virus has spread...!!!!

Awas HIV AIDS ada di sekitar kita!!!

memperingati Hari AIDS sedunia 1 Desember 2008, let's say NO to AIDS...

Sekilas info apa itu HIV / AIDS ?
HIV yang merupakan virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan
tubuh sesorang seperti darah, cairankelamin ( air mani atau cairan
vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi.
sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang
disebabkan oleh HIV sehingga orang yang mengidap AIDS amat mudah
tertular oleh berbagai macam penyakit.

HIV dapat menular ke orang lain melalui berbagai medium dan cara :
1.Hubungan seksual ( anal, oral, vaginal ) yang tidak terlindungi
2.kondom dengan orang yang telah terinfeksi.
3.Jarum Suntik/ tindik / Tato yang tidak steril.
4.Transfusi Darah

HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti
jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan
alat makan dan minum, gigitan nyamuk dan kolam renang.

HIV AIDS dapat dicegah dnegan tidak memakai narkoba, bergantian jarum
suntik, seks bebas.atau biasa dengan sebutan formula ABC
Abstinensia: tidak melakukan hubungan seks di luar nikah
Be Faithful : jika sudah menikah hanya seks dengan pasangan saja
Condom : pencegahan dengan menggunakan kondom.

semangat!!!
Say no to Drugs...Say No to Free Seks....

"CEGAH AIDS, SELAMATKAN DUNIA"

Jumat, 28 November 2008

who the hell is hitler?

copas dari riana nih...

who the hell is Hitler???

(Adolf Hitler: Genius Bastard of The History, revised)


Well, Adolf Hitler. Selalu menarik en nggak ada bagian yang nggak menarik dari hidupnya. Nyentrik, kejam, psycho, paranoid, gila, tapi jenius!!! Tapi (mungkin) cuman sedikit orang yang sudi ngeliat sisi lain dari penguasa Jerman dari 1933-1945 itu. Hitler nggak ada baiknya! Toh dia udah ngebawa umat manusia ke peristiwa paling tragis sepanjang sejarah (yang nggak bakalan pernah dilupain), Perang Dunia II, yang bukan cuman perang-nya doank yang bikin bulu kuduk berdiri, tapi juga pembantaian massal yang dia lakuin terhadap bangsa Yahudi, Gipsy, en Slavia (Eropa Timur), yang terkenal banget dengan sebutan ‘holocaust’. Banyak orang ngeliat dan mengenal sosok Adolf Hitler dari kekejamannya itu, tanpa ngeliat ada hal laen yang nggak kalah menariknya, lantaran setiap kali kuping denger nama ‘Hitler’ yang terlintas di kepala tuh cuman perangnya, pembunuhannya, Nazi-nya… sama kegilaannya! Kekejaman Hitler pastilah ada sebabnya, orang psikologi bilang ‘predisposisi’ alias ‘hal-hal yang mendasari perilaku’. Jadi apakah pantes kalo kita men-judge seseorang itu salah kaprah tanpa melihat ke belakang… kalau apa yang udah dia lakuin itu emang didasari sama sesuatu yang ‘mendukung’. Terus, apa ‘seluruh’ rangkaian peristiwa tragis pas PD II itu cuman Hitler seorang yang harus bertanggung jawab? Terus lagi, kenapa pula PD II-lah yang dapet gelar ‘the most tragical occurance in 20th century’ padahal menurut perhitungan, jumlah korban komunisme itu jauh lebih besar dari korban Perang Dunia II yang dimotori sama Hitler? Jadi sebenernya, Hitler dan orang-orang macem Bennito Mussolini, Fransisco Franco, Joseph Stalin, Pol Pot, Mao Tse Tung, dan kawan-kawannya itu punya porsi yang sama soal kejamnya. But why… kenapa yang ‘paling’ adalah Hitler? Karena Hitler-lah yang paling terkenal, lantaran selaen kejem, dia juga punya something yang pantes untuk dikenang dan we have to thank to!

Adolf Hitler keluar dari rahim Klara Poelzl setelah ovum-nya dibuahi sama sperma-nya Alois Schickelgruber Hitler pada April 20 1889 di Braunau Am Inn, Austria, yang jadi perbatasan Austria sama Jerman. Today it seems to me providential that fate should have chosen Braunau on the Inn as my birthplace, itulah kalimat pertama Hitler di bukunya soal kelahirannya. Adolf Hitler adalah anak ke-3 dari perkawinan ayahnya yang ketiga pula. Nama ‘Hitler’ sendiri sebenernya agak berliku-liku ceritanya. Tapi kayaknya enggak menarik kalo enggak diceritain! Jadi, Marianne Schickelgruber (ibunya Alois/ ayahnya Hitler) itu ngalamin hamil diluar nikah dan ngelahirin Alois tanpa ada yang tau siapa ayahnya. Terus, pas Alois umur lima taon, Marianne nikah sama J George Hiedler. Lantaran George Hiedler males-malesan dan bikin keluarganya kacau balau, Alois dirawat dan diasuh sama adiknya J George Hiedler yaitu J Nepomuk Hiedler. Alois lalu ngerubah nama belakangnya yang Schickelgruber jadi Hiedler yang kemudian berubah jadi Hitler dan nikah sama Klara Poelzl dan ngelahirin Adolf, begitu…! Gak tau ngidam apa pas hamil, yang jelas nggak ada tanda-tanda kalo ni anak bakal jadi pemimpin besar. Bahkan, dua sodara Hitler, Gustav en Ida, meninggal pas mereka masih bayi. Sedang sodara yang laen-pun, Edmund, ngalamin nasib yang sama.

Tiga taon setelah dia negliat dunia, keluarganya pindah ke Passau yang letaknya di sepanjang Inn River. Dua taon kemudian pindah lagi ke komunitas pertanian di Hafeld yang letaknya 30 mil ke arah barat daya dari kota Linz, diikuti kelahiran Paula, sodara ceweknya yang bisa bertahan hidup nyaingin dia.

Sebagai warga negara yang baik dan emang dasarnya orangtua dia peduli sama pendidikan, umur 11 taon alias di taon 1900, Hitler masuk Realschüle, but otaknya gak terlalu bright di situ. Bahkan pas umur 16, dia dropped-out lantaran infeksi paru-paru yang dia derita, ditambah pula kesulitan ekonomi yang dialami keluarganya lantaran bapaknya meninggal dua taon sebelom itu. With this very horrable description, it’s not that hard to imagine, kan? Hitler pas kecil kabarnya bermuka pucat en sering sakit-sakitan. Dia bukan anak gaul dan nggak suka bergaul, tapi sebaliknya, dia suka sendirian, termenung, enggak ramah, en gampang banget ngikutin perasaan. Tapi situasi berubah begitu bapaknya yang kerja sebagai pegawai paben itu pensiun, dia jadi punya kebebasan dan maen sama anak-anak nakal, yang bikin ibunya seringkali marah-marah. Hitler kayaknya kagum juga sama bapaknya, anak desa yang berjuang mati-matian cuman dengan tiga gulden berkelana, jadi tukang tambal sepatu, akhirnya bisa jadi PNS.

Adolf Hitler yang udah mbantai jutaan orang itu bukannya nggak mikirin masa depan, dia juga punya cita-cita, yaitu pengen jadi pelukis, en dia bener-bener sadar sama bakatnya itu. Pernah dia propose soal cita-cita itu ke bapaknya, tapi ternyata bapaknya ngerespons negatif lantaran si bapak pengen anaknya jadi PNS kayak dia, “Painter? Artist? No, never as long as I live!” kata bapaknya. Tapi dasar yang namanya sifat itu menurun, anak sama bapak sama-sama keras kepalanya, hingga keduanya tetep pada pendiriannya, si anak pengen jadi pelukis, bapaknya pengen anaknya jadi PNS, kayak yang Hitler tulis di akhir bab I volume I Mein Kampf-nya, I, too, wanted to become ‘something’, but on no account a civil servant… Mungkin buat ngebuktiin kalo dia bisa jadi lebih daripada seorang pegawai kayak bapaknya. Dan jelas banget kalo omongannya itu terbukti.

Masih muda, yatim, padahal-pun ibunya terbaring sakit, Hitler pergi ke Wina untuk bikin impiannya jadi pelukis jadi nyata. Dia ngedaftar untuk ikut ujian masuk Akademi Seni Rupa. Sambil nunggu hari-H ujian, Hitler suka ngabisin waktunya buat nikmatin opera en ngeliat Court Museum sampe berjam-jam lamanya. Pas hari-H pengumuman, dia tercengang lantaran namanya enggak ada dalam daftar diterima. Dia sih kepedean, nganggep enteng karena ngerasa punya bakat, dan nganggep kalo ujiannya tu cuman kayak mainan anak-anak. Dengan muka tebel, pertaruhan harga diri pula, dia menghadap rektor buat protes. Tapi sang rektor bilang kalo’ Hitler lebih cocok masuk Akademi Arsitektur. Namanya perasaan, karena enggak tertarik sama arsitektur, Hitler-pun enggak jadi masuk akademi. Walopun beberapa saat setelahnya dia punya tekad kalo dia harus jadi arsitek. Tapi ternyata banyak banget syarat yang harus dipenuhi untuk jadi arsitek, antara laen pendidikan harus tinggi, karena itu buat Hitler it’s impossible. Hmm… disinilah mungkin persimpangan sejarah sedang berlangsung!

Tanggal 21 Desember 1907 ibunya yang konon kabarnya adalah salah satu dari sedikit orang yang dia sayangi, meninggal karena kanker payudara yang sebelomnya sempet dirawat sama dokter Edward Bloch, seorang Yahudi yang melayani orang-orang miskin. Sepeninggal ibunya, dia pergi ke Wina en hidup disana dengan dana pension bapaknya. Jadi gelandangan, tidur di bar en kerja jadi buruh, pelukis kecil-kecilan, en makan sop tanpa ampas. Bayangin! Hidup serba kekurangan bahkan duit enggak cukup buat makan sehari-hari, dia bilang kalo ‘lapar’ adalah personal bodyguard-nya, lapar enggak pernah sekalipun ninggalin dia. Enam tahun hidup sengsara di Wina, tahun 1913 dia melancong ke Munich, ibukota Bavaria.

Cukup sama masa sengsara Hitler, di Munich, dengan penuh semangat taun itu (bukan semangat 45), dia bergabung sama infanteri Jerman en ngikut dalam kancah Perang Dunia I. Kurang dari dua bulan training, dia sama resimen-nya ditempatin di Ypres dalam perang ngelawan Inggris en Belgia. Sangking semangatnya ‘nikmatin’ peperangan, dia hampir mati en berkat keberaniannya itu, dia naek pangkat jadi kopral en dapet 2 medali Iron-Cross. Di tahun 1916, dia terluka cukup parah en dirawat di Berlin. Empat tahun penuh dia ngejalani perawatan dan bahkan sempet buta akibat terkena semburan gas di Belgia, Oktober 1918. tapi nasib baek rupanya belom berpihak ke dia, udah ngorbanin jiwa dan raga, Jerman tetep aja kalah dalam perang itu, dan itu bikin dia bener-bener geram, ditambah sama ‘pengkhianat’ yang mau-maunya nandatanganin perjanjian Versailles yang jelas-jelas ngerugiin pihak Jerman.

Perang selese dan diapun kembali jadi warga sipil yang sengsara. Ngeliat kenyataan: kelaparan, pemogokan, dia bergabung sama partai pekerja kecil berhaluan kanan di Munich en cuman dalam tempo dua taon aja, dia dapet kedudukan tinggi, dipercaya jadi pemimpin dengan julukan yang enggak tanggung-tanggung, der Führer alias ‘sang pemimpin’! Diapun ngeganti nama partai jadi Partai Buruh Nasionalis Jerman yang sampe sekarang masih terkenal, Nazi, dengan lambang swastikanya yang berasal dari upacara paganisme kuno. Di bawah kepemimpinannya, Nazi dari partai underdog berubah jadi partai dengan kekuatan luar biasa, disamping karena kejenuhan rakyat sama partai-partai besar yang mungkin cuman ngobral janji doank. Hitler pake brown-shirt idolanya (Benito Mussolini) sebagai seragam resmi partai Nazi yang lebih populer dengan nama SA (stürmabteilung) yaitu pasukan serbu Nazi yang tugasnya mengacaukan pertemuan musuh politik dan melindungi Hitler dari serangan balasan dan SS (schützstaffel) yakni skuadron pengawal pejabat Nazi. Nazi selalu ngadain acara yang mirip sama upacara paganisme kuno.

November 1923, percobaan kudeta yang disebut The Munich Beer Hall Putsch untuk menggulingkan Republik Weimar, gagal. Dituduh pengkhianat negara, dia divonis lima tahun penjara, tapi cuman dijalaninya selama semilan bulan doank. Itupun enggak kayak dipenjara, soalnya di hotel prodeo itu dia dikunjungi sama anak buahnya yang ngasih berbagai fasilitas. Di penjara Lansberg itu, dia nulis bukunya yang terkenal, yang juga jadi ‘kitab suci’-nya orang Nazi, Mein Kampf (Perjuanganku). Di buku ini dia nulis autobiografi sama propagandanya yang salah satunya adalah kebenciannya sama bangsa Yahudi en Slavia terutama Prancis. Di buku itu dia juga ngeluarin uneg-unegnya, kalo anak muda Jerman harus sadar kalo mereka-lah yang bertanggung jawab sama kelangsungan bangsanya.

Keluar dari penjara, dia dapati kalo Nazi porak poranda dan diapun dengan gigih me-rebuilt, ngembaliin kekuatan partainya. Depresi besar-besaran di tahun 30-an bikin rakyat enggak puas sama partai politik besar, lalu Nazi-pun jadi satu kekuatan yang tak terkalahkan. Hitler nyusun rencana en bekerjasama dengan Joseph Goebbels si wartawan korup yang kemudian jadi menteri propaganda Nazi sama Alfred Hugenberg sang jutawan, mereka bekerjasama en mengikat diri dalam perjanjian. Duit bukan masalah lagi buat partai Nazi, dan di tahun 1932, Nazi dapet lebih dari sepertiga suara di pemilu. Januari 1933, tepatnya tanggal 28, Hitler diangkat jadi kanselir Jerman sama presiden Paul von Hindenberg. Katanya sih bukan diangkat, tapi nganggat diri, soalnya Hitler bersikeras kalo dia harus jadi kanselir ato tidak sama sekali. Besides, Presiden Eisenhower, presidennya Amerika waktu itu, pemimpin tertinggi tentara sekutu pas PD II, dan kena hasutan.

Jadi pemimpin tertinggi, sang megalomania ini membabat habis siapapun yang enggak sepaham sama dia. Kebenciannya sama orang Yahudi en Slavia, ditambah sama obsesinya buat nyiptain dunia yang dihuni sama ras unggul, bikin jiwa psikopatnya semakin menjadi-jadi! Dia bikin kamp konsentrasi di berbagai tempat, nempatin orang di situ sampe mati kelaparan. Satu gerbong kereta tanpa ventilasi, diisi orang sampe berjejal lalu ngejalanin kereta itu ke padang pasir hingga orang yang di dalamnya mati pelan-pelan. Dia bunuh lawan politiknya en nembak mati siapapun yang ngelawan dia.

Hitler punya impian untuk mendirikan Third Reich (Reich pertama adalah Romawi kuno, Reich kedua adalah masa kepemimpinan Otto von Bismarck) yang bakal bertahan ribuan tahun, mbawa dunia ngadepin peristiwa yang disebut-sebut paling ngeri sepanjang sejarah, Perang Dunia II. Hitler mulai melakukan penaklukan-penaklukan di berbagai negara di Eropa. Bahkan penaklukan pertamanya tanpa perang sama sekali. 1936 dia menduduki en memperkokoh benteng di Rhineland dan 1938 dia meng-anexti (nyaplok) Austria sama Sudentenland. Inggris sama Prancis yang bersikukuh mempertahankan Polandia, jadi sasaran Hitler berikutnya. Dia nandatanganin perjanjian enggak saling serang sama Joseph Stalin (Rusia) di bulan Agustus 1939. Tapi sembilan hari kemudian Hitler ngelakuin blitzkrieg alias serangan kejut/ tiba-tiba ke Polandia. Tahun 1940, Abwehr (angkatan bersenjatanya Nazi) ngelabrak Denmark en Norwegia. Dilanjutin Belanda, Belgia, Luxemburg, sama Prancis. Tapi Battle of Britain bikin Hitler enggak sanggup nginjakin kakinya di bumi ratu Elizabeth karena kekuatan armada Inggris yang luar biasa. Tahun berikutnya, Jerman berhasil naklukin Yunani sama Yugoslavia. Pertengahan 1942, Jerman Nazi nguasain sebagian besar Eropa ditambah Afrika Utara.

Tahun itu pula tentara Sekutu, yaitu Amerika, Inggris, Prancis, ditambah Rusia menyatakan perang ngelawan Jerman Nazi. Tentara gabungan itu melakukan pembebasan negara-negara yang dikuasai Jerman Nazi. Titik balik perang adalah pas Jerman kalah di El Alamein Mesir sama Stalingrad Rusia dimana pasukan Jerman mulai lelah dan kehabisan logistik. Sejak saat itu Jerman terus ngalamin serangkaian kekalahan.

Hitler sama sekali enggak tau kondisi di lapangan lantaran dia sembunyi di Führerbunker di Berlin. Berita kekalahan terus aja datang. Karena stress lantaran orang-orang kepercayaannya kayak Heinrich Himmler (pemimpin Gestapo) sama Hermann Goering yang dianggap mengkhianati dia sekaligus bertekad untuk bertahan di Berlin sampe titik darah penghabisan, Hitler nunjuk Laksamana Doenitz untuk jadi penggantinya mimpin Jerman.

Hitler akhirnya mutusin untuk bunuh diri sama istrinya yang baru aja dia nikahi selama beberapa jam, tapi udah jadi pacarnya selama bertahun-tahun, Eva Braun di bunker itu, pada sore hari, 30 April 1945, 10 hari setelah ulang tahunnya ke-56. Hitler bunuh diri dengan nembakin revolver ke mulutnya, sedang Eva dengan minum racun. Jasad mereka dikremasi biar enggak ada yang bisa nemuin.

Nggak banyak yang tahu mengenai kisah cinta Adolf Hitler atau sosok Eva Braun. Hitler dikabarkan jatuh cinta sama keponakannya sendiri, Geli Raubal yang memilih bunuh diri karena enggak mau terlibat dalam kehidupan sang diktator. Cintanya Hitler sama Geli ini sebenernya sama persis sama yang dialamin bapaknya, karena Klara Poelzl, ibu Hitler adalah cucu perempuan dari J Nepomuk Hiedler, adik dari ayah tirinya Alois, bapaknya Hitler.

Semua orang tahu kayak apa kejemnya Hitler, lebih dari 55 juta nyawa tak berdosa melayang karena Perang Dunia II. Dua pertiga Yahudi Eropa atau sekitar sepertiga Yahudi di dunia dia eliminasi sedemikian rupa dengan cara yang sangat kejam. Pengaruh laen akibat perang adalah penggunaan bom nuklir, kayak pas Amerika nge-bom Hiroshima sama Nagasaki. Jutaan wanita jadi janda, anak jadi yatim, banyak yang kehilangan orang yang mereka sayangi.

Banyak sumber nyebutin kalo Hitler adalah pengikut setia Darwinisme yang diteorikan sama Charles Darwin, kalo yang kuat-lah yang bakal bertahan hidup. Dan adanya ras unggul yang bakal menguasai dunia. Itu bikin Hitler mikir kalo ras Arya-nya-lah yang paling unggul, sehingga ras laen harus dimusnahkan karena bisa menghambat kelangsungan hidup ras Arya. Pemusnahan-nya pun enggak tanggung-tanggung, disiksa! Seorang perwira Nazi, Josef Mengele, contohnya, ngelakuin percobaan-percobaan di kamp konsentrasi di Auscwitzch dengan ngegunain manusia! Manusia disuntik racun untuk nyari tau seberapa besar kebal tubuhnya, dua kembar saling disuntik darah sodaranya sampe ngalamin panas, sakit kepala, ato bahkan meninggal, dan gimana kalo mata disuntik cairan biru untuk cari tau kalo warna mata bisa dirubah enggak secara fisik. Dan masih banyak kekejaman Hitler yang laen, karena dia adalah manusia paling kejam…

Tapi dibalik topeng kejam itu, Hitler adalah sang mastermind, yang punya gagasan en perancang mobil Volkswagen alias VW yang sekarang harganya selangit itu! Selaen itu, dia pulalah si otak cemerlang perencana jalan bebas hambatan!

Kemampuannya mempengaruhi orang sama kemampuan orasinya yang luar biasa juga pantes diacungi jempol. Dia berhasil mbangun kembali Nazi yang porak-poranda lantaran dia tinggal ngejalani vonis hukuman. Orang-orang dalam pasukan Nazi, bukan orang istimewa, mereka adalah pemabuk, penjudi, gelandangan, yang dia organisir sedemikian rupa sampe jadi kekuatan ampuh. Bukunya, Mein Kampf yang ada dua volume juga jadi best-seller di jamannya. Hitler itu juga seolah-olah punya banyak nyawa, dia berkali-kali mau dibunuh sama kelompok konspirasi yang anti dia, tapi berkali-kali pula dia lolos dari maut!

Banyak yang mikir kalo apapun yang berhubungan sama Hitler nggak ada baiknya, contohnya adalah cerita menarik seputar kelahiran Hitler, konon katanya, dukun yang ngebantu kelahiran Adolf Hitler-pun dianggep sebagai salah seorang yang paling bersalah di abad ke-20! Gila enggak?! Lebih bersalah mana dukun beranak-nya sama rektor Akademi Seni Rupa yang bikin Hitler kecewa? Yah… nggak ada yang bisa dipersalahkan atau dibenarkan, karena semua emang udah ditentuin sama yang diatas. Siapapun yang tau perjuangan Hitler dari lahir sampe bunuh diri, pasti bakalan tercengang, kagum… karena emang sebuah perjalanan panjang dan berliku-liku penuh perjuangan. Seorang gelandangan yang bisa ngumpulin massa en ngangkat dirinya sendiri jadi seorang jendral besar… Dan hebatnya, walopun punya peluang besar karena kedudukan en kekuasaannya, Hitler sama sekali enggak memanfaatkannya untuk menumpuk kekayaan pribadi!

Sampe sekarangpun pengaruh fasisme masih kerasa banget, bahkan kayaknya semakin kerasa. Munculnya segerombolan botak Neo-Nazi adalah salah satu buktinya. Di Inggris sendiri (yang dulu salah satu anggota pasukan sekutu), yang namanya Hooligan itu jelas generasi fasis, di Amerika yang katanya negeri adidaya, yang ngedukung perdamaian (All I can say is only “bullshit!”), ada Partai Nazi Amerika sama Klu Klux Klan (KKK) yang memerangi warga kulit hitam.

Anehnya, Hitler benci banget sama yang namanya komunis (marxis), tapi toh sebenci apa dia, yang namanya komunis, fasis, tiran, despotis, tetep aja satu label diktator. Nggak cuman Hitler yang ngebantai jutaan orang kayak di tempat pemotongan ayam, semua diktator jelas ngelakuin hal serupa.

Banyak film yang berkisah tentang Perang Dunia II dimana dari situ kita bisa tau betapa ngerinya perang itu dan kenapa Hitler sampe dapet cap manusia paling kejam. Satu film tentang peristiwa sebelom kematiannya, Der Untergang (Downfall) beberapa waktu lalu menangin Oscar untuk kategori film berbahasa asing terbaik, tapi memicu kontroversi lantaran kekhawatiran munculnya Neo-Nazi yang lebih parah. Kenapa? Sebab di film itu, sang produser ngegambarin sosok Hitler sebagai ‘manusia’, bukan sebagai ‘monster’… adil-kah? Atau kalo mau nonton ngerinya D-Day atau Battle of Bulge, bisa nonton band of Brothers yang jelas banget ‘mengagung-agungkan’ Amerika (karena yang diceritain adalah satu kompi/ Easy Company pasukan Amerika pada Perang Dunia II) dan film itu berdasar kisah nyata dari novel karya Stephen E Ambrose.

Udah mati-pun, kehidupan Hitler masih jadi bahan omongan, dan jadi kontroversi, kayak jumlah Yahudi yang meninggal tu katanya aslinya enggak sebanyak itu (dua pertiga jumlah Yahudi di Eropa), tapi siapa yang tau? Yang jelas, mendiang Adolf Hitler adalah orang hebat, nggak adil banget kalo semua kesalahan en peristiwa mengerikan Perang Dunia II dilimpahin ke dia. Dan orang seharusnya enggak men-judge dia seperti itu karena ada the other side dari dia yang juga menarik untuk dibahas. Yah… Adolf Hitler emang udah dapet cap manusia paling kejam sepanjang sejarah, tapi juga enggak bisa dipungkiri kalo dia emang seorang ‘keparat jenius di abad 20’…

tRiVia

1. Nama panggilan kecil Adolf Hitler adalah Addy

2. Hitler bukan orang Jerman, tapi Austria

3. Hitler sendiri kabarnya adalah separo Yahudi

4. Idola Hitler adalah Benito Mussolini. Mussolini pernah nganggap remeh Hitler pas Hitler minta foto sama tanda tangannya. Tapi pas Mussolini datang ke Jerman, dia tercengang ngeliat parade yang dilakuin Nazi, dan ngerombak seluruh pasukannya biar kayak Nazi

5. Rekan Hitler di Perang Dunia II adalah Benito Mussolini (Il Duce, Italia) sama Fransisco Franco (Generalissimo, Spanyol), mereka saling bantu.

6. Jerman Nazi dapet hadiah sebuah desa Guernica, yang digunakan Hitler untuk nguji coba pesawat pembom-pembom raksasa hasil teknologi Nazi, semua penduduk desa itu mati…

7. Paganisme adalah budaya Romawi yang enggak kenal agama, suka perang, brutal, kanibal

8. Kemenangan Hitler di awal-awal Perang mungkin karena lemahnya kepemimpinan Presiden Daladier, Eisenhower, sama PM Neville Chamberlain (Inggris)

9. Ada kabar yang nyebutin kalo Hitler ngegunain piring terbang pas Perang

10. Hitler menyukai wanita yang patuh dan loyal tanpa syarat

11. Hitler pernah ngalamin serangkaian percobaan pembunuhan, antara laen:

a. Pas dia pidato di Burgerrbraukeller untuk memperingati percobaan kudetanya yang gagal, udah ada bom waktu di podium, tapi delapan menit sebelom bom meledak, Hitler mengakhiri pidatonya. Padahal tiap kali pidato waktunya selalu tepat 90 menit

b. Di Paris, Hitler yang bakalan ditembak mati di podium kehormatan, tiba-tiba ngebatalin jadwal itu

c. Ada yang berencana mbunuh Hitler dengan naroh paket bom di pesawat Luftwaffe Eins-nya, tapi ternyata bom-nya keliru

d. Di pameran, ada yang mau ngebunuh Hitler dengan bom waktu bunuh diri, tapi ternyata di pameran itu Hitler buru-buru

e. Hitler cuman ngalami luka ringan pas di rapat koordinasi, Kolonel Klaus von Staufenberg naroh bom waktu di deket tempat duduk Hitler

12. Hitler punya anjing yang dia bunuh sebelum dia bunuh diri, namaya Blondie

13. Markas besar pejabat-pejabat Nazi adalah di Berchestgaden

14. Anak buah Hitler menghadiahkan sebuah ‘istana’ di salah satu puncak pegunungan Alpen sebagai kado ulang tahun Hitler yang dinamai ‘Eagle Nest’ dan akses ke bangunan itu menggunakan lift berlapis emas

15. Benda paling sakral bagi Nazi adalah bendera-darah yaitu bendera yang terkena darah salah seorang pasukan Nazi. Setiap bendera baru selalu ditempelkan pada bendera-darah itu biar ‘ketularan’ keramat

16. ‘The Pianist’ adalah salah satu film yang bercerita tentang kekejaman Nazi dan pembantaian kaum Yahudi

17. Hitler adalah penyuka lukisan, dan lukisan-lukisan yang dia miliki dia wasiatin untuk ditaruh di museum setelah kematiannya

rEfeReNceS

Archer, Jules. 2004. Kisah Para Diktator. Yogyakarta: Narasi

Aji, Darma. 2005. Menantang Diktator: Konspirasi Rahasia Anti-Hitler cet-1. Jakarta: Penerbit Buku Kompas

Hart, Michael H. 2003. 100 Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah cet-21. Jakarta: PT Dunia Pustaka Jaya

Hitler, Adolf. Mein Kamf. www.hitler.org

M Yosri M Yong. Adolf Hitler 1889-1945.

Pambudi, Agustinus. 2005. Kematian Adolf Hitler cet-1. Yogyakarta: Penerbit Narasi

Yahya, Harun. 2004. Menyingkap Tabir Fasisme. Bandung: Dzikra

Yahya, Harun. 2004. VCD Harun Yahya Series: Petaka Akibat Darwinisme terhadap Kemanusiaan. Bandung: Dzikra

Adolf Hitler. www.wikipedia.org

Jumat, 21 November 2008

Surat Kepada Tuhan : Masihkah Kau Terpenjara?

untukMu yang slalu mencintaiku...
smoga Kau slalu "ADA"

ketika orang2 menyerukan namaMU
hati ini sungguh berbangga.
alangkah banyaknya orang yang mencintaiMu.

tapi ketika orang2 meninggalkan perintahMU
sungguh heran hati ini.
bukankah mereka mengaku mencintaiMu?

mereka mengatakan diriMu Maha Segalanya.
kemudian membatasi semua gerakMu.
membatasiMu dengan materi.
berlaku seenaknya atas nama agamaMU.
memenjarakanMU dalam belenggu utopia kesempurnaan.

Lihatlah umat Israil yang congkak.
Lihatlah umat Musa yang menyekutukanmu dengan Sapi emas mereka, dengan YHWH mereka.
Lihatlah Isa yang dipertuhankan konstantin.
Yang umatnya saling berkata kafir atas yang lainnya.
Lihatlah umat pagan Tri-Murti yang berkasta-kasta.
Lihatlah umat Sidharta yang berakhir pagan.
Lihatlah umat Muhammad yang putus asa.
Yang banyak dan hanya berakhir seperti buih di lautan.

terakhir kali kulihat diriMu berada dalam sel isolasi.
dijaga ketat dengan persenjataan lengkap.
dari batu hingga bom bunuh diri.
eksistensiMu hampir tak terlihat.
dibatasi orang-orang yang mengaku mencintaiMu.

terakhir kali kita bersua Kau tak lagi berbicara.
terlalu lama diam membuatMu susah berkata-kata.
Kau hanya mampu menulis satu kalimat di secarik kertas.
"Bebaskan aku, atau manusia akan menyesal."
Ketika aku datang hendak membebaskanMu, sel isolasi itu telah kosong.
Hanya secarik kertas yang kudapatkan.
"Membebaskan Tuhan memang penting, tapi lebih penting menyelamatkan manusia."

Masihkah Kau terpenjara wahai Tuhan?
Jawablah. Karena Hambamu yang Kau cintai ingin menemuimu...

Senin, 17 November 2008

AKU TIDAK MALU JADI ORANG INDONESIA

by : Rosihan Anwar

Aku tidak malu jadi orang Indonesia ...

Biar orang bilang apa saja, biar, biar ...
Indonesia negara paling korup di dunia
Indonesia negara gagal
Indonesia negara lemah
Indonesia melanggar HAM
Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan

Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris
Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis
Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya
Habibie dimanfaatkan konco-konconya
Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya
Megawati dimanfaakan suaminya
Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan
persatuan bangsa
Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan
keluarganya
Habibie menciptakan demonstrasi
Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa
Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga

Alah mak, Bung Karno turun dari presiden karena Supersemar
Pak Harto turun dari presiden karena superdemo
Habibie turun dari presiden karena supertransisi
Gus Dur turun dari presiden karena superskandal
Megawati turun-temurun jadi presiden
Maka Anda tahu sekarang kenapa
Aku tidak malu jadi orang Indonesia

Indonesia punya istilah-istilah khas di dunia korupsi
Ada ahli gizi yang Nurcholis Madjid tidak mampu penuhi
Ada istilah angpao untuk uang atensi
Ada amplop untuk bikin kocek tebal berisi
Ada saweran duit untuk membayar pengacara hitam dan
menyuap aparat hukum
Ada prosedur untuk menilep uang rakyat dan institusi
dilakukan beramai-ramai oleh gubernur, bupati,
walikota, anggota DPRD dan DPR
Ada tren yang kuat menguasai kaum koruptor

Simaklah sejarah bangsa dan Tanah Air
Semenjak dulu zaman kompeni
Pegawai VOC kirim laporan Kepada Heren Zeventien di
Tanah Wolanda
Elke Regent Heeft zijn Chinees
Tiap Bupati punya orang Cinanya
Maknanya jelas pejabat feodal dihidupi pedagang Cina
Syahdan, Susuhunan Amangkurat II dari Mataram
Mengutus misi sembilan duta ke Batavia
Minta kepada Bapak Kompeni
Agar dikirimi cinderamata
Mulai dari ayam Belanda, kuda Persia hingga gadis
Makassar Jangan lupa putri Cina untuk jadi selir Raja
Kraton Kartasura menebar bau korupsi, seks dan duit
Ditambah intrik-intrik kalangan pangeran
Bagaimana kerajaan tidak akan binasa?
Itulah warisan sejarah dari generasi ke generasi
Sehingga yang tampak kini di bumi persada Pertiwi
Adalah kiriman genetik kepada kita semua
Anda dan aku tidak terlepas dari hukumnya

Maka Anda tahu sekarang kenapa

Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Sebab memang begitulah nasibku
Kismet, kata orang bijak-bestari
Korupsi adalah sejenis vampir
Makhluk halus bangkit kembali dari kubur
Kemudian keluar pada malam hari
Dan mengisap darah manusia yang sedang tidur
Di layar film Hollywood wujudnya adalah Count Dracula
yang bertaring
Diperankan aktor Bela Lugosi
Vampir yang hilang kesaktiannya bila terkena sinar
matahari
Akan tetapi drakula-drakula Indonesia tetap perkasa
Beroperasi 24 jam, ya malam ya siang mencari korban
Sehingga sia-sialah aksi melawan korupsi membasmi
drakula
Yang telah merasuki rongga dan jiwa aparat negara
Yang membuat media memberitakan
Akibat bisnis keluarga pejabat, Tutut-Tutut baru
bermunculan.

Aku orang terpasung dalam terungku kaum penjarah harta
negara

Akan aneh bila berkata aku malu jadi orang Indonesia

Sorry ya, Aku tidak malu jadi orang Indonesia
Kuhibur diri dengan sajakku magnus opus karya sang
Empu
Sajak pendek yang berbunyi:
Katakan beta
Manatah batas
Antar gila Dengan waras
Sorry ya, inilah puisiku melawan korupsi
Siapa takut?


Penulis adalah seorang wartawan senior
(Dibacakan pada acara Deklamasi Puisi di Gedung Da'wah
Muhammadiyah di Jakarta, 31 Desember 2004. Juga
dibacakan dalam acara pertemuan keluarga wartawan
senior di rumah penulis pada tanggal 9 Januari 2005,
di Jakarta)